Selasa, 06 Mei 2014

Setahun Lalu...

Halo, kamu. Orang yang pertama kali mengucapkan Selamat Ulang Tahun padaku, tahun lalu. Bagaimana kabarmu sekarang? Aku harap kamu baik-baik saja, begitu pula hubunganmu dengan dia, wanita yang sejak dulu selalu kamu sanjung-sanjung. Hmm, bagaimana kuliahmu? Apakah kamu sudah menjadi seorang taruna di Sekolah Tinggi Penerbangan yang menyeramkan itu? Ataukah kamu malah menjadi mahasiswa komunikasi di perguruan tinggi yang pernah kausebut dulu?

Sebelumnya, kuucapkan selamat. Kamu telah melalui jenjang pendidikan yang sebentar lagi (juga) akan kulalui– Sekolah Menengah Atas. Maaf ya, aku tak sempat mengucapkannya secara langsung. Lebih tepatnya... karena bertemu dengan akupun kamu enggan, bukan?

Iya. Kamu lebih banyak menghindar di hari-hari terakhir pertemuan kita, hari-hari dimana akhirnya aku menyadari, kamu terlalu takut untuk menatap aku. Kenapa, Tuan? Apa yang perlu kamu takuti? Takut akan kutampar seperti salah satu candaanku dipesan singkat? Ataukah kamu hanya tak punya cukup keberanian untuk memandang seseorang yang pernah kamu khianati?

Ah, lupakan.

Jadi bagaimana hidupmu sekarang, Tuan? Bahagiakah? Aku harap jawabannya iya, aku harap kamu menjawabnya dengan senyuman lebar yang dulu selalu kamu tunjukkan padaku. Oh ya, bagaimana kabar band-mu? Permainan gitarmu? Ah, kamu pasti sudah semakin mahir memainkan melodi-melodi rumit dalam lagu kesayanganmu dulu– No More Tears dari The Arena band. Band yang ada dalam film favoritmu yang bahkan belum selesai kita tonton.

Bagaimana sosokmu? Semakin tinggi? Atau bertambah gagahkah? Hmm... bagaimana rambutmu? Dipotong cepak seperti kebiasaanmu dulu, atau malah botak karena kewajibanmu sebagai taruna? Ya, seperti apapun modelnya, aku yakin kamu pasti terlihat semakin dewasa. Semakin tua! :p

Bagaimana sifatmu sekarang, Tuan? Masih sering petakilan dan berbuat iseng sendiri? Masih humoris dan semanis dulukah? Ah, kamu pasti sudah jauuuh berbeda sekarang; begitupun aku. Bagaimanakah hidupmu sekarang? Masih menjadi anak mandiri yang hidup serba ribet di kamar kos? Atau sudah hijrah ke Tanggerang dan tinggal bersama kakakmu? Oh iya, apa kabar kartu pelajarku, Tuan? Sudah kaubuangkah? Atau malah kamu jadikan alat pengusir tikus? :|  Hmm, ada dimana kado yang pernah kuberikan? Masih tersimpankah? Terimakasih kalau jawabannya iya. Meskipun terakhir kali aku tahu, barang itu patah, berbarengan dengan hatiku.

Mau tahu satu hal? Aku semakin mancung sekarang :3 hehe iyaaaaaaaaaaaaa iyaaaaaaaa-_- kamu pasti akan membantahku keras-keras jika membaca ini. Memang, aku masih pesek, aneh, dan menyebalkan. Kalau kamu? Masihkah sok mancung seperti dulu?

Hey! Kamu berhutang satu lagu padaku! Kamu juga berjanji akan membaca semua puisi dan cerpen-cerpenku. Kamu berhutang banyak sementara aku sibuk menagih hehe.

Mana film horror yang kamu pilihkan? Janji palsu. Aku malah menonton 'Sinister' sendirian. Bersama bayanganku yang tertutup gelap, dengan kenangan kita yang tak mungkin lagi kau ingat.

Sudah setahun berlalu, Tuan. Bagaimana kabarmu? Kalau aku... aku sudah sangat berbahagia dengan seseorang yang ada disisiku sekarang. Kamu?


3 komentar:

  1. Ya ampuuunnnn,, ini tu apa ya..
    Hhahahah. Ngalir banget. Sukaaaa. hhahahah. :))

    BalasHapus
  2. Sumpah ini luapan kekecewaan yg sangat mendalam😂😂

    BalasHapus